11 Souvenir Khas Dayak yang Paling Menarik

Kalau melancong ke Pulau Kalimantan, jangan lupa membeli souvenir khas suku dayak ya. Suku dayak adalah suku asli Pulau Kalimantan. Suku ini terkenal akan budayanya yang begitu hebat serta keramahannya terhadap alam. Khasanah budaya yang dimiliki oleh suku dayak ini sangat menarik. Semuanya kini tertuang dalam oleh-oleh yang bisa Anda dapatkan ketika berada di Pulau Kalimantan. Kami sarankan Anda untuk membelinya.

Memang benar saat pergi ke suatu tempat akan terasa kurang lengkap jika kita tidak membeli barang-barang khas daerah tersebut sebagai oleh-oleh untuk sanak keluarga di rumah. Begitu pula saat pergi ke Pulau Kalimantan, Anda perlu membeli kerajinan khas suku dayak. Mengapa suku dayak? Sebab sekali lagi bahwa suku dayak merupakan suku asli Pulau Kalimantan. Belum sah pergi ke Pulau Kalimantan kalau Anda tidak membeli souvenir khas dayak.

Adapun souvenir-souvenir yang wajib dibeli di antaranya :

souvenir-khas-suku-dayak.jpg

  1. Aksesori Suku Dayak

Anda pasti pernah melihat pertunjukan kesenian atau tarian khas suku dayak, kan? Biasanya mereka mengenakan pakaian adat dan aksesori yang menarik sekali. Seluruh tubuh pementasnya memakai perhiasan yang sangat indah. Aksesori ini berbeda sekali dengan perhiasan khas suku jawa. Terlihat begitu unik. Oleh sebab itu, aksesori khas suku dayak ini menjadi barang pertama yang wajib dibeli di Pulau Kalimantan. Jangan lewatkan kesempatan untuk mendapatkannya.

  1. Batu Akik

Batu akik menjadi salah satu kebanggaan para pria di Indonesia. Bahkan sejam zaman dahulu kaum adam di negeri kita hobi memakai batu akik dan mengoleksinya. Jikalau Anda pergi ke Pulau Kalimantan, jangan lupa untuk berburu batu akik. Perlu diketahui, Balikpapan merupakan daerah penghasil batu akik terbesar di Indonesia. Berbagai jenis batu akik diperdagangkan di sini. Kalau beruntung, Anda bisa mendapatkan batu akik dengan harga yang miring.

  1. Kain Songket

Kalau suku jawa mempunyai kain batik sebagai kain tradisionalnya, maka suku dayak pun memilikinya. Adapun kain tradisional khas suku dayak adalah kain songket. Kain ini mempunyai motif yang berbeda dari kain batik. Proses pembuatannya juga tidak sama. Kain songket terlihat begitu menarik dengan pesona yang dimilikinya. Umumnya kain ini dihiasi dengan motif berupa tumbuh-tumbuhan, bunga, binatang, dan corak khas suku dayak. Anda wajib mengoleksinya.

  1. Mandau

Seakan tidak mau kalah dengan suku jawa yang memiliki keris sebagai senjata khasnya, suku dayak mempunyai mandau. Mandau merupakan senjata tradisional suku dayak yang biasa digunakan untuk berburu hewan atau melawan musuh. Senjata ini dipakai dengan cara ditiup untuk meluncurkan anak panahnya. Karena sudah dilapisi racun yang sangat mematikan, siapa pun yang tertusuk anak panah mandau pasti akan mati. Anda bisa membeli replika mandau sebagai oleh-oleh dari Kalimantan.

tas-khas-suku-dayak.jpg

  1. Anjat

Untuk kaum hawa yang hobi mengoleksi tas, Anda bisa membeli tas tradisional khas suku dayak yang disebut anjat. Anjat merupakan tas punggung yang terbuat dari rotan yang dianyam sedemikian rupa sehingga membentuk tabung. Lalu tas ini dipasangi dengan tali, maka jadilah sebuah tas punggung yang sangat unik. Dijamin Anda tidak akan menemukan tas seperti ini di tempat manapun selain Kalimantan. Oleh sebab itu, anjat wajib dibeli mumpung Anda sedang di sini.

  1. Tas Manik-manik

Selain anjat, Anda juga bisa mendapatkan tas yang dihiasi manik-manik saat berada di Kalimantan. Banyaknya manik-manik yang menempel di permukaan tas ini membuat penampilannya terlihat begitu unik. Yakin deh Anda harus membelinya untuk menambah koleksi tas di rumah. Harganya sendiri sangat terjangkau loh. Kalau membelinya di pasar tradisional, Anda bisa mendapatkan tas ini di kisaran harga Rp 30-100 ribu. Pokoknya jangan sampai terlewat deh.

  1. Anyaman Lampit

Souvenir khas suku dayak berikutnya yaitu anyaman lampit. Kerajinan ini terbuat dari rotan yang dianyam sedemikian rupa sehingga membentuk suatu benda. Yang paling sering sih anyaman lampit berupa tikar lantai. Jarang-jarang banget kan ada sebuah tikar/karpet yang terbuat dari anyaman rotan? Itu sebabnya, Anda tidak boleh melewatkan anyaman lampit ini. Harganya cukup terjangkau kok. Cuma sekitar Rp 150-300 ribu.

  1. Miniatur Lamin

Bagi Anda yang suka mengoleksi benda-benda miniatur, Anda bisa menambah koleksi Anda saat bertandang ke Pulau Kalimantan. Di sini Anda bisa membeli miniatur rumah adat suku dayak yang dinamakan lamin. Miniatur ini biasanya terbuat dari bahan kayu atau akrilik yang dibentuk sedemikian rupa. Ada pula miniatur yang terbuat dari kulit dan akar pepohonan. Anda bisa memilih miniatur mana yang paling disukai.

minuman-khas-suku-dayak.jpg

  1. Kudapan dari Lidah Buaya

Hanya di Pulau Kalimantan, Anda akan menemukan begitu banyaknya kudapan yang terbuat dari olahan lidah buaya. Ternyata daging buah lidah buaya bisa dimanfaatkan sebagai makanan dan minuman loh. Jarang banget kan produk semacam ini ditemukan di daerah lainnya? Ada manisan, dodol, keripik, minuman segar, dan produk lainnya yang dibuat memakai daging buah lidah buaya. Anda harus mencicipi berbagai olahan dari lidah buaya ini.

  1. Amplang Ikan

Kalau Anda sedang mencari makanan khas suku dayak, amplang ikan merupakan salah satunya. Amplang ikan adalah kerupuk yang terbuat dari daging ikan pipih. Rasanya tentu sangat gurih dan renyah. Cocok sekali dimakan sebagai camilan saat berjalan-jalan di Kalimantan atau pun oleh-oleh untuk dibawa ke rumah. Tenang saja. Harga amplang ikan ini sangat terjangkau kok. Cuma berbekal Rp 15-20 ribu, Anda sudah bisa menebus sekantung amplang ikan seberat 1 kg.

  1. Bingka

Apakah kue tradisional yang bisa dijumpai di Kalimantan? Salah satunya yang dapat Anda temukan di sini yaitu bingka. Bingka merupakan kue basah yang terbuat dari kentang, susu, santan, gula, dan mentega. Kemudian adonan yang sudah jadi dituang ke dalam loyang, lalu dikukus sampai matang. Untuk variasi rasanya, Anda bisa memilih mau bingka yang memiliki rasa cokelat, vanilla, keju, pandan, pisang, atau gula merah. Dijamin manis dan legit deh.